Ketika Cinta Bertasbih 2
Langit dini hari selalu memikatnya. Bahkan sejak ia masih kanak – kanak.
Anna berdiri di depan jendela kamarnya yang ia buka lebar – lebar. Ia memandang
langit. Menikmati fajar, dan menghayati tasbih alam desa wangen pagi itu. Anna
melaksanakan shalat sunnah dua rakaat sebelum berangkat ke masjid.
Setelah shalat shubuh di masjid anna kembali ke kamarnya. Ia mempersiapkan diri menghadapi salah satu hari yang sangat bersejarah dalam
Hidupnya.Nanti sore keluarga furqan dari jakarta akan datang untuk melamarnya.
Tanpa ia pinta, ingatannya kembali berputar bagaimana ia mengiyakan lamaran furqan.
Bulan april lalu ia meninggalkan cairo. Ia belum memberi jawaban atas
lamaran furqan yang di ajukan lewat ustadz mujab. Ia masih ingat betul, selama satu minggu di rumah ia belum membicarakan perihal lamaran furqan pada kedua
orang tuanya. Sebenarnya orang tua anna ingin menjodohkannya dengan ilyas.
Ilyas dulu pernah menjadi murid kyai luthfi.
Tetapi anna berkendak lain, ia ingin memperkenalkan seseorang yang telah terlebih dahulu melamarnya. Dia adalah furqan, mahasiswa indonesia yang kuliah di cairo. Setelah ia menceritakan tentang furqan lalu ayahnya pun setuju, karena ia percaya bahwa putrinya telah dewasa dan bisa memilih jodohnya sendiri.
Suatu hari ia bertanya kepada pembantunya, lalu pembantunya pun menjawab pertanyaan tersebut. Bahwa furqanlah yang cocok mendampingi hidupnya, karena furqan sudah lulus S1 dan sedang melanjutkan S2nya. Sedangkan ilyas belum menyelesaikan S1 nya.
Sore itu dengan pembacaan surat al-fatihah ikatan pertunangan Anna Althafunnisa dengan Furqan resmi sudah. Sore itu juga di sepakati hari, waktu, dan tempat akad nikahnya. Beberapa waktu kemudian, nun jauh di jakarta sana. Tepatnya di sebuah rumah mewah di kawasan pondok indah jakarta selatan furqan sedang berbaring di tempat tidurnya.
Ia merasa ada ribuan paku menancap di relung – relung hatinya. Juga rasa takut yang luar biasa, ia takut jika sampai keluarga anna mengetahui bahwa ia telah mengidap HIV maka tamatlah riwayatnya dan riwayat keluarganya. Ia teringat hari paling celaka dalam hidupnya, ia di intimidasi oleh miss italiana.
Miss italiana adalah agen mossad yang di tugaskan untuk menyebarkan virus HIV di daerah arab. Setelah itu ia memeriksakan darah di rumah sakit bersama dengan kolonel fuad. Lalu setelah tiga hari ia di beritahu oleh kolonel fuad
bahwa ia terkena penyakit HIV. Sejak kejadian itulah ia sering murung dan penyendiri.
